Sekapur sirih…
Kota Bandung adalah Kota kelahiran anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dari seorang Ibu bernama Riesye Rahmayati dan seorang Ayah bernama Imam Soejadi. Anak kedua itu bernama Irwan Rismawan, sekilas saja dengan mendengar namanya saja “publik” bisa menebak bahasa sehari-hari yang digunakan apa, ya… bahasa yang digunakan sehari-harinya adalah bahasa inggris, tetapi sayang karena pengaruh kota Bandung yang dingin berembun di pagi hari dan suasana iklim tropiknya yang menyengat di siang hari telah mengubah aksennya menjadi sedikit berubah, sehingga kini Irwan pun men-spell huruf “P” pada kata “open” menjadi “V”, begitu juga sebaliknya, “V” pada kata “oven” pun diucap menjadi “open”.
Gejala di atas adalah sebuah gejala yang lumrah dialami masyarakat sekitar kota (baca:desa), gejala ini telah muncul semenjak para penjajah terdahulu mengenalkan diri sebagai V.O.C ke bumi Parahayangan, tanah Sunda.
Sudah menjadi stereotype apabila orang Sunda sering di-judge tidak bisa mengucap huruf “V”, sudah menjadi stereotype juga apabila seseorang mempunyai rima yang sama di nama depan dan belakangnya maka orang tersebut adalah orang Sunda tulen. Sebagai contoh kasus, Irwan adalah salah satu “korban” yang dianugerahi nama berima tersebut, namun dari sebuah nama ini pula sebuah cerita hidup dapat diawali.
Semoga blog ini dapat menambah singgasana pengetahuan dan kesenangan anda sekalian, dan semoga blog ini tidak menambah rumit permasalahan anda, selamat menikmati…

Welcome To Blog World !
Ditunggu Postingan2 selanjutnya yaaa…
jangan lupa berkomen juga di Blognya ranggy ya,,
irwan rismawan dermawan matraman sariawan perawan dkk
selamat ngeblog ria…. nulis itu asyik lho…. hihihi